Jumat, 23 Oktober 2009

Sejarah Sukabumi

Asal Muasal Kota Sukabumi
You're here :
Asal Muasal Kota Sukabumi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator
Senin, 16 Februari 2009 10:28

Pada masa pemerintahan Bupati Cianjur VI, yaitu Rd. Noh (Wiratanoedatar VI), tepatnya pada tahun 1776, dalam wilayah Kabupaten Cianjur diangkat seorang Patih yang membawahi Distrik Gunungparang, Distrik Cimahi, Distrik Ciheulang, Distrik Cicurug, Distrik Jampangtengah dan Distrik Jampangkulon. Pusat Pemerintahannya terletak di Cikole. Dipilihnya Cikole sebagai pusat kepatihan sehubungan lokasi itu sangat strategis bagi komunikasi antara Priangan dan Batavia (Jakarta).

Selain itu, Cikole merupakan tempat yang nyaman bagi peristirahatan serta memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi, khususnya di bidang perkebunan. Oleh karena itu, atas usul para Pimpinan Bumi Putera, Andries de Wilde yang menjabat administratur pada masa Gubernur Jenderal Sir Thomas Raffles, pada tanggal 8 Januari 1815 mengubah nama Cikole menjadi Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-bumen. Menurut keterangan mengingat udaranya yang sejuk dan nyaman, mereka yang datang ke daerah ini tidak ingin pindah lagi, karena suka atau senang bumen-bumen atau bertempat tinggal di daerah ini. Saat itu, Sukabumi dikenal sebagai tempat peristirahatan bagi petinggi perkebunan Belanda. Belanda mendirikan pusat perkantoran di Sukabumi untuk mengurus perkebunan yang tersebar di beberapa tempat. Tempat peristirahatan yang dibangun dalam waktu singkat menjadi tempat favorit bagi para petinggi perusahaan perkebunan Belanda, kemudian mengubah tempat peristirahatan itu menjadi hotel.

Dari tahun 1865, Sukabumi semakin berkembang dengan pesat, sehingga pada tahun 1914 tercatat penduduk yang berasal dari Eropa berjumlah 600 orang dan penduduk asli yang bersuku Sunda dan suku bangsa lainnnya sekitar 14.400 orang. Pada tahun itu pula, pemerintah Hindia Belanda menjadikan Sukabumi sebagai Burgerlijk Bestuur dengan status Gemeente dengan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa yang merupakan pemilik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian selatan yang harus mendapatkan pengurusan dan pelayanan yang istimewa.
Sejak ditetapkannya Sukabumi menjadi Daerah Otonom pada bulan Mei 1926 maka resmi diangkat “Burgemeester” yaitu Mr. G.F. Rambonnet. Pada masa inilah dibangun Stasiun Kereta Api, Mesjid Agung, gereja Kristen; Pantekosta; Katholik; Bethel; HKBP; Pasundan, pembangkit listrik Ubrug; centrale (Gardu Induk) Cipoho, Sekolah Polisi Gubermen yang berdekatan dengan lembaga pendidikan Islam tradisionil Gunung Puyuh. Setelah Mr. G.F. Rambonnet memerintah ada tiga “Burgemeester” sebagai penggantinya yaitu Mr. W.M. Ouwekerk, Mr. A.L.A. van Unen dan Mr. W.J.Ph. van Waning.

LAST_UPDATED2

Wilayah Geografis sukabumi

Website SATLAK PPK IPM Kabupaten Sukabumi : Profil Kabupaten Sukabumi
beranda | kontak
auracms

Menu Utama
Beranda
Khusus Admin
Rubrik
Kirim Artikel
Kontak
Download
Profil Kab. Sukabumi
Profil PPK IPM
Struktur Satlak 2008
Tupoksi Satlak
Album Foto PPK IPM

Rubrik
MANAJEMEN SATLAK
GEMAR MOTEKAR
GEMAR BERSEKA
GEMAR BINANGKIT
MONEV
Curhat...

Statistik Situs
Visitor : 32565 visitors
Hits : 146399 hits
Online : 1 users


Profil Kabupaten Sukabumi

Posisi geografis Kabupaten Sukabumi terletak di antara 106 49’ – 107 00’ Bujur Timur (BT) dan 6 57’ – 7 25’ Lintang Selatan (LS). Luas wilayah Kabupaten Sukabumi adalah 4.128 km2 (412.799,54 Ha) atau 9,18 persen dari luas Jawa Barat (dengan Banten) atau 3,01 persen dari luas Pulau Jawa dan merupakan Kabupaten dengan wilayah terluas di Jawa dan Bali.

Batas wilayah administrasi Kabupaten Sukabumi adalah sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat; sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia; sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak Propinsi Banten dan Samudera Indonesia; sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Cianjur. Hingga tahun 2006 di Kabupaten Sukabumi terdapat 47 kecamatan, 345 desa, 3 kelurahan, 2.996 RW dan 11.499 RT. Ibukota Kabupaten Sukabumi saat ini berada di Kota Palabuhanratu dan memiliki jarak fisik dengan Ibukota Negara ± 140 km, dengan Ibukota Propinsi Jawa Barat ± 153 km dan dengan Kota Sukabumi ± 60 km.

Potensi sumber daya pertanian di Kabupaten Sukabumi terutama tersebar di bagian Utara aliran Sungai Cimandiri. Kondisi ini tidak bisa terlepas dari keberadaan Gunung Gede-Pangrango di sebelah Utara dan Gunung Salak di sebelah Barat. Selain karena didukung kondisi lembah dan lereng di kedua gunung tersebut yang melandai ke arah Selatan juga karena kondisi hutannya yang memberi daya dukung iklim dan tata air yang baik sehingga daerah pertanian relatif lebih subur dibandingkan daerah pertanian bagian selatan aliran sungai Cimandiri. Dalam sejarahnya, sejak dulu daerah Utara terkenal sebagai penghasil komoditi perkebunan berupa karet dan teh yang sempat memegang peranan penting dalam perekonomian negara di masa lampau. Sementara adanya dukungan tata air yang sangat baik, menyebabkan daerah utara berkembang menjadi daerah persawahan, usaha tani sayur mayur, peternakan dan budidaya ikan air tawar yang cukup potensial. Potensi sumber daya pertanian lain yang juga terdapat di Kabupaten Sukabumi adalah kehutanan. Sebaran kawasan hutan di Kabupaten Sukabumi terdapat di beberapa kecamatan, dengan pengelompokan besar terdapat di Sukabumi-Sukaraja bagian Utara, Cicurug – Parungkuda – Parakansalak –Kalapanunggal – Cisolok, Palabuhanratu, Ciemas, Surade – Jampangkulon – Kalibunder – Lengkong – Tegalbuleud – Cidolog – Sagaranten dan Nyalindung.

Potensi sumber daya pesisir dan kelautan Kabupaten Sukabumi terutama tersebar di 7 (tujuh) wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, yaitu sepanjang ± 117 km yang memanjang dari wilayah kecamatan Cisolok, Palabuhanratu, Ciemas, Ciracap, Surade, Cibitung, dan Tegalbuleud. Adapun jenis potensi sumber daya pesisir dan kelautan yang ada antara lain : perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, penyu, bahan tambang dan mineral, serta pariwisata. Sejauh ini, pemanfaatan pesisir dan kelautan di wilayah Kabupaten Sukabumi, selain dimanfaatkan untuk pariwisata pantai, juga pelabuhan nelayan sebagai sarana bagi penangkapan ikan. Daerah Palabuhanratu dan sekitarnya yang saat ini menjadi pusat kunjungan wisata, merupakan titik tumbuh dalam pengembangan daerah wisata pantai di bagian Selatan Sukabumi.

Peluang besar terhadap pasar yang dimiliki, hingga saat ini belum dimanfaatkan optimal. Keadaan ini menjadi tantangan dan merupakan keharusan khususnya bagi Pemerintah Daerah, untuk berupaya lebih keras dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Dari sisi sumber daya alam, diperlukan pemanfaatan potensi sumber daya alam secara bijaksana, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dari sisi kewilayahan diperlukan peningkatan aksesibilitas wilayah. Dari sisi sumber daya manusia diperlukan peningkatan kualitas yang memadai, dengan demikian optimalisasi pemanfaatan potensi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dicirikan oleh tingginya aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan (terutama kesehatan dan pendidikan), berikut daya belinya.

Dari uraian dan kondisi indikator di atas menggambarkan bahwa ketersediaan potensi sumber daya dan peluang yang besar tidak menjamin kesejahteraan masyarakatnya. Ini berarti bahwa dalam pengelolaan pembangunan Kabupaten Sukabumi diperlukan upaya-upaya keras yang bersifat integratif dan kolektif serta terobosan-terobosan jitu secara kolektif yang melibatkan seluruh pihak terkait (multi stakeholders).


Pencarian

cari di

Jajak Pendapat
Apakah Implementasi PPK IPM Kab. Sukabumi TA 2008 akan lebih baik dari TA 2007, Menurut Anda ?

Optimis Lebih Baik
Cukup Optimis Lebih Baik
Sama Saja
Pesimis
Lebih Buruk


Kalender
Oktober 2009
M S S R K J S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

SMS Monev ?

TULISKAN INFORMASI / KRITIK / SARAN yang ingin anda sampaikan

Kirim ke 0856 59 57 79 69


MONEV 2007 - 2008
22 Jan - 6 Feb 2009 ini, Team Monev PPK IPM melakukan serangkaian kunjungan lapangan untuk memonitor dan mengevaluasi hasil-hasil kegiatan di lokasi PPK IPM Kabupaten Sukabumi, meliputi : Cisaat, Nagrak, Cibadak, Cikembar, Pabuaran, Cisolok, dan Ciemas.


powered by aura|CMS| v 1.6beta. SATLAK PPK IPM Kab. Sukabumi © 2007
Jl. Pabuaran No. 9 Telp. (0266) 244461 Sukabumi. Email : ppk_ipmsukabumi@yahoo.co.id
Platform : Win32 | Browser : Netscape | Resolution : 1280x1024 | Color : 32 bit | IP Anda : 125.160.176.97

Sebagian perusahaan yang ada di Sukabumi

NILAI INVESTASI
JALAN/DESA KECAMATAN TLP/FAX PRIA WANITA (Rp. Juta) DN LN
1 PT. TUNAS AROMA MURNI H Abdullah Aljayidi Kayu Olahan dan Furniture 20220 Baros Km.7/Baros Baros 220444 58 32 2,000 0% 100%
2 PT. GRATAMA TIRTA KENCANA Haryanto Ganda Saputra Furniture 36101
Pelabuhan II Km.5
Cipanengah
Baros 224801 12 0 371 95% 5%
3 CV SARI ASPINDO Lee Suk Wen Furniture 20220
Pabuaran Dayeuh
Luhur
Warudoyong 224396 20 0 212 100% 0%
5 PT. ALAM ANEKA AROMA Andi Bontoro Tjahya Kecap 15493
R.H. Didi Sukardi No.
246 Citamiang
Citamiang 221323 84 0 570 100% 0%
6 WANGSIT MULIA Tedi Budi Santoso Coklat Olahan 15432
Tanjung Sari No.15
Karang Tengah
Gunung Puyuh 218460 25 0 237 100% 0%
7 PT. MARGA SAMUDRA JAYA ABADI Edi Suryadi Garam Konsumsi 15499
Baros Km. 3 Jaya
Raksa
Baros 221578 57 0 614 100% 0%
8 PT. ISOPANEL DUNIA H. Rochita Effendi Panel Plyurethane 25206
Jl. Ranca Kadu No. 80
Sindang Palay
Baros 214767 10 15 250 100% 0%
9 PT. UNIVERSAL RUBBER INDO PRATAMA Eeng Suherli Olli Seal 25192
Jl. R H Didi Sukardi
Gedong Panjang
Citamiang 222398 36 10 2,652 100% 0%
10 PT. UNIVERSAL RUBBER PRODUCT Eeng Suherli Automotif Part,Elektrik Part 25192
Jl. R H Didi Sukardi
Gedong Panjang
Citamiang 224518 33 2 757 100% 0%
11 PT. BARATA INDONESIA BUMN Alat Berat/Pengangkat 29150 Jl. Otista No. 44 Cikole 139 20 2,584,625 100% 0%
12 CV. CEMPAKA MULIA Suharsono, SH
Barang-barang Teknik dari
Logam
28119
Jl. R H Didi Sukardi
Gedong Panjang
Citamiang 158 31 568,416 100% 0%
13 PT. RESTU AGUNG KARYA Djafar Mu'alim
Karoseri Kendaraan Roda
Empat
34200 Jl. Lamping Citamiang 22 1 1,283,000 100% 0%
14 PT. PANCA TUNGGAL BERSATU Halim Arafat
Karoseri Kendaraan Roda
Empat
34200
Jl. Pelabuhan II Km
5,5
Lembursitu 222977 14 5 1,279,890 100% 0%
15 Fa. SINAR PUSTAKA Tanu Kusumah
Karoseri Kendaraan Roda
Empat
34200 Jl. Baros Km. 3 Baros 225107 57 2 1,260,000 100% 0%
16 FITINDO Ny. Awah Wahdiyat Bengkel Mesin 28119
Jl. Letjen RA Kosasih
No. 35
Cikole 10 1 95,000 100% 0%
17 SPECS Haryoho Kaos Kaki 17303
Jl. Dayeuh Luhur No.
38
Warudoyong 5 20 153,000 100% 0%
18 CV. SAGA MULTI INDUSTRI Waway Suherli LogamTeknik 28119
Jl. Letda T Sasmita
No.10
Citamiang 45 0 72,850 100% 0%
19 PT. MATSUMIN MEGAH RAYA Handay Sendayung Kasur Sabut Kelapa 24302
Jl. Tanjung Sari No.
11/15
Gunung Puyuh 10 2 136,200 100% 0%
20
PT. RESTU AGUNG KARYA INDO
PRATAMA
Djafar Mu'alim
Karoseri Kendaraan Roda
Empat
34200
Jl. Jend Sudirman No.
62
Gunung Puyuh 22 1 1,225,000 100% 0%
21 CV. FAJAR LESTARI FABRIKASI Lukman
Moulding & Komponen Bahan
Bangunan
20220
Jl. Raya Ciwalen
No.99
Baros 214588 36 - 387,000 100% 0%
22 PT. GRAHA TAMA WISESA Subrata Bahan Pengemas Obat 24231 Jl. Cemerlang No. 9 Warudoyong 50 60 925,000 100% 0%
23 PT. AGRONESIA " SARI PETEJO " Endang Suryana Industri Es Balok 15492
Jl. Jend. Sudirman Rt.
06/03
Warudoyong 21 4 494,000 100% 0%
24 PT. GREAT APPAREL INDONESIA Bambang Hidayat Pakaian Jadi dari Tekstil 18101 Jl. Pelabuhan No.200 Warudoyong 15 226 554,400 100% 0%
25 PT. EUROGATE INDONESIA PMA/Frans Koller Pakaian Jadi dari Tekstil 1803 Jl. Merbabu Gn.Puyuh 1,500 1,500,000 0% 100%
DATA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH KOTA SUKABUMI
No. NAMA PERUSAHAAN KONTAK PERSON KOMODITI KLUI
ALAMAT TENAGA KERJA PEMASARAN
INDUSTRI : MEUBEL
NAMA JENIS INVESTASI TENAGA PENANGGUNG JAWAB TAHUN
PERUSAHAAN JLN/KELURAHAN KECAMATAN PRODUKSI ( Rp. 000,00) KERJA PERUSAHAAN IZIN
1 JAKARTA JL. Harun Kabir 12 Waru Doyong 33200 Meubel 150 STEL 100 3 LIE SOEK WEN 1988
2 GAMA SUCI JL.Benteng Tengah Waru Doyong 33200 Meubel 144 STEL 250 5 GUH SUKMAYADI 1989
3 H.A.SOLEH JL.Pajagalan 29 Waru Doyong 33220 Meubel 120 STEL 850 5 H.A.SALEH 1989
4 SINAR JAYA JL.Ciwangi no. 24 Cikole 33211 Meubel 300 STEL 6,610 8 I. KUSNAJAYA 1990
5 I.H JL.Stasiun Timur 29 Cikole 33211 Meubel 144 STEL 3 ,140 6 ILIEN HAMDANI 1991
6 MEKAR JAYA JL.Kopeng no. 66 Gunung Puyuh 33211 Meubelair 230 BUAH 3 ,642 8 ENDANG 1991
7 CV JATI AGUNG JL.Pajagalan no. 49 Waru Doyong 33211 Meubel 180 BUAH 5 ,052 4 NY. ADENMUK 1992
8 CV PANGHEGAR Gg. Ajid II no. 19 Cikole 33211 Meubel 180 BUAH 2 ,500 5 NY. SRI WARDA N 1992
9 SUMBER ALAM JL.R.A.Kosasih 92 Cikole 33211 Meubel 300 UNIT 3 ,537 7 NY. JUNARSIH 1995
10 CV FATMAWATI JL.Pelda no. 37 Waru Doyong 33211 Meubel 500 UNIT 1 1,945 6 SYIROD ROSYID 1995
11 CV ALISDA JL.Pelda Km.5 Baros 33211 Meubel 300 UNIT 7 ,600 7 ASEP MUHLIS 1996
12 ARIS JAYA MEUBEL JL.Subang Jaya 65 Cikole 33211 Meubel 108 BUAH 8 ,325 14 ECE BARNA 1996
13 Jl.Pabuaran no.1 Waru Doyong 33211 Meubel 1,000 SET 2 6,000 16 SUARDI RAMLI 1996
14 CV INTAN KAYU JL.Sela Eurih no.58 Waru Doyong 33211 Meubel 1,500 SET 1 3,800 7 YONG HARDI 1996
15 KURNIA MEUBEL Jl.Balandongan Baros 33211 Meubel 300 SET 1 4,125 20 USEF SUTISNA 1997
16 ALAS MUKTI JL.Pelabuhan Km.8 Baros 33190 Komponen Meubel 4,500 M3 1 84,650 14 ADI SUDARISMAN 1997 Tutup
17 CV INTAL ALTAKA JL.Pasir Berkah 117 Citamiang 33190 Komponen Meubel 300 M3 3 1,000 9 IWAN DEVI S 1998
18 CV GAYA ENTERTIKA INDAH Kp. Propelat Baros 33190 Komponen Meubel 188 M3 1 4,250 10 1999
Ds Sudajaya Hilir 33190 Peti Kemas 29,375 BUAH
19 TIRTA JAYA JL.Lembur Situ Baros 33190 Meubel Kayu 315 SET 1 6,200 5
20 KARASA MEUBEL JL.Cibeureum Baros 33190 Meubel Kayu 1,080 BUAH 1 ,932 8
21 JAYA MURNI JL.Jambe Nenggang Baros 33190 Meubel Kayu 300 BUAH 8 50 8
22 ENDANG T JL.Ngaweng Cikole 33190 Meubelair 500 SET 4 6,950 10
23 KARYA SENI MEUBEL JL.Sukaresmi Gunung Puyuh 33190 Meubelair 100 BUAH 5 ,975 7
24 RESTU JAYA JL.Proklamasi Baros 33120 Peti Kemas 49,500 BUAH 2 5,000 16 ENDIN NAZMUDIN 1999
25 CHRISNA JL.Dayeuh Luhur Waru Doyong 33120 Peti Palet 9,750 BUAH 2 2,000 6
26 KUD PELITA JAYA JL.Pelda Km.6 Baros 33120 Peti Kemas 500,000 BUAH 3 7,000 7 ENGKOS KOSASIH 1996
27 ANTI MAHAL JL.Subang Jaya Cikole 33120 Meubel 200 BUAH 8 ,400 4
28 KAYU ALAM SEJATI JL.Lembur Situ Baros 33120 Palet Kayu 15,900 BUAH 1 ,340 7
29 PT KARYA PRATAMA JL.Pemuda no.46 Citamiang 33120 Furniture 7,800 BUAH 8 ,200 10 MUGOLIH 2001 BARU
30 ADIN SAEPUDIN JL.Jeruk Nyelap Lembur Situ 33120 Furniture 1,150 UNIT 4 6,200 10 ADIN SAEPUDIN 2001 BARU
SATUAN
KET
ALAMAT PERUSAHAAN NO KAPASITAS
K L U I

About Kab. Sukabumi

Kabupaten Sukabumi terletak antara 106º49 samapi 107º Bujur Timur 60º57 - 70º25 Lintang selatan dgn batas wilayah administrasi sebagai berikut : sebelah Utara dengan Kab. Bogor, sebelah Selatan dgn samudera Indonesia, sebelah Barat dgn Kab. Lebak, disebelah timur dgn Kab. Cianjur.

Kabupaten Sukabumi terletak antara 106 derajat 49 sampai 107 derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70 derajat 25 Lintang Selatan dengan batas wilayah administratif sebagai berikut : disebelah Utara dengan Kabupaten Bogor, disebelah Selatan dengan Samudera Indonesia, disebelah Barat dengan Kabupaten Lebak, disebelah Timur dengan Kabupaten Cianjur. Batas wilayah tersebut 40 % berbatasan dengan lautan dan 60% merupakan daratan.Wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki areal yang cukup luas yaitu ± 419.970 ha. Pada Tahun 1993 Tata Guna Tanah di wilayah ini, adalah sebagai berikut : Pekarangan/perkampungan 18.814 Ha (4,48 %), sawah 62.083 Ha (14,78 %), Tegalan 103.443 Ha (24,63 %), perkebunan 95.378 Ha (22, 71%) , Danau/Kolam 1. 486 Ha (0, 35 %) , Hutan 135. 004 Ha (32,15 %), dan penggunaan lainnya 3.762 Ha (0,90 %).

Kondisi wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai potensi wilayah lahan kering yang luas, saat ini sebagaian besar merupakan wilayah perkebunan, tegalan dan hutan. Kabupaten Sukabumi mempunyai iklim tropik dengan tipe iklim B (Oldeman) dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.805 mm dan hari hujan 144 hari. Suhu udara berkisar antara 20 - 30 derjat C dengan kelembaban udara 85 - 89 persen. Curah hujan antara 3.000 - 4.000 mm/tahun terdapat di daerah utara, sedangkan curah hujan ant4ra 2.000 - 3.000 mm/tahun terdapat dibagian tengah sampai selatan Kabupaten Sukabumi.

Wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai bentuk lahan yang bervariasi dari datar sampai gunung adalah : datar (lereng 0-2%) sekitar 9,4 %; berombak sampai bergelombang (lereng 2-15%) sekitar 22% ; bergelombang sampai berbukit (lereng 15 - 40%) sekitar 42,7%; dan berbukit sampai bergunung (lereng > 40 %) sekitar 25,9 %. Ketinggian dari permukaan laut Wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi antara 0 - 2.958 m. Daerah datar umumnya terdapat pada daerah pantai dan daerah kaki gunung yang sebagian besar merupakan daerah pesawahan. Sedangkan daerah bagian selatan merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian berkisar antara 300 - 1.000 m dari permukaan laut.

Jenis tanah yang tersebar di Kabupaten Sukabumi sebagian besar didominasi oleh tanah Latosal dan Podsolik yang terutama tersebar pada wilayah bagian selatan dengan tingkat kesuburan yang rendah. Sedangkan jenis tanah Andosol dan Regosol umumnya terdapat di daerah pegunungan terutama daerah Gunung Salak dan Gununggede, dan pada daerah pantai dan tanah Aluvial umumnya terdapat di daerah lembah dan daerah sungai. Kabupaten Sukabumi pada tahun 2007 2.391.736 jiwa yang teridiri dari 1.192.038 orang laki-laki dan 1.199.698 orang perempuan. dengan laju pertumbuhan penduduk 2,37 % dan kepadatan penduduk 579,39 orang per km persegi. Kepadatan penduduk menurut kecamatan cukup berpariasi. Kepadatana penduduk terendah terdapat di Kecamatan Ciemas (183 jiwa per km2) dan tertinggi di Kecamatan Sukabumi (2.447 jiwa per km). Pemukiman padat penduduk umumnya terdapat di pusat-pusat kecamatan yang berkarakteristik perkotaan dan disepanjang jalan raya.

Suatu kondisi penting yang sedang terjadi sehubungan dengan ketenagakerjaan adalah pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor non pertanian. Penduduk yang bekerja di sektor pertanian telah menuru.

Etos kerja dan budaya kemandirian tampak sedang terus berkembang. Masyarakat Kabupaten Sukabumi juga kaya dengan budaya seni. Hal lain yang penting adalah tumbuh berkembangnya kelembagaan modern baik dalam arti lembaga maupun "norma-norma" semakin memungkinkan penduduk Kabupaten Sukabumi berintegrasi dengan masyarakat nasional.

Kerukunan hidup penduduk Kabupaten Sukabumi, dinamika yang dimilikinya, kekayaan budaya dan budaya kemandirian yang berkembang serta kemajuan sosial kelembagaan yang telah dicapai merupakan potensi besar untuk pelaksanaan pembangunan selanjutnya.

Dilihat dari administrasi pemerintahan, Kabupaten Sukabumi terdiri atas 47 kecamatan, meliputi 364 desa dan 3 kelurahan.

Minggu, 18 Oktober 2009

sejarah sukabumi

Nama kota Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-Bumen. Menurut keterangan, mengingat udaranya yang sejuk dan nyaman, mereka yang datang ke daerah ini tidak ingin untuk pindah lagi karena suka/senang bumen-bumen atau bertempat tinggal di daerah ini. Secara administratif Sukabumi terdiri dari daerah Kota dan Daerah Kabupaten. Kabupaten Sukabumi beribukota di Pelabuhan Ratu.
Pada tahun 1914, pemerintah Hindia Belanda menjadikan kota Sukabumi sebagai Burgerlijk Bestuur dengan status Gemeente dengan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa pemilik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian selatan yang harus mendapatkan pengurusan dan pelayanan yang istimewa.

Sejak ditetapkannya Sukabumi menjadi Daerah Otonom pada bulan Mei 1926 maka resmi diangkat “Burgemeester” yaitu Mr. G.F. Rambonnet. Pada masa inilah dibangun Stasiun Kereta Api, Mesjid Agung, gereja dan pembangkit listrik. Setelah Mr. G.F. Rambonnet memerintah ada tiga “Burgemeester” sebagai penggantinya yaitu Mr. W.M. Ouwekerk, Mr. A.L.A. van Unen dan Mr. W.J.Ph. van Waning.

keadaan pedesaan di sukabumi


Jumat, 24 Juli 2009

seputar sukabumi




letak geografis
sukabumi merupakan sebuah wilayah yang berada di jawa barat yang berbatasan langsung disebelah Utara : Bogor
disebelah Timur : cianjur
disebelah Selatan : Samudera Hindia
disebelah Barat : Provinsi Banten.